Tuesday, August 5, 2014

Doa Pembangkit Semangat


رَبَنَا اَتِنَا فِى الدُنيَ حَسَنَةً وَفى الاَخِرَةَِ حَسَنَةً وَقِنَا عََذَابَ النَّارِ

Kesenangan dan kesedihan akan senantiasa silih berganti menyapa kita. Sebagai manusia biasa, ada kalanya kesedihan yang terasa amat berat menjadikan semangat kita menjadi padam. Kesedihan yang berlarut-larut seringkali membuat kita sulit untuk berpikir jernih mencari jalan keluarnya.

Akan tetapi, sebagai orang yang beriman kita harus benar-benar yakin dengan janji Allah bahwa pada setiap kesulitan yang mendera pasti ada jalan keluar yang mengiringinya. Intinya, tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan.

Oleh karena itu, supaya semangat kita tetap berkobar dalam berikhtiar, Allah SWT mengajarkan sebuah doa. Doa pembangkit semangat.. Dawamkanlah doa tersebut di setiap sholat kita. Dan yakinlah dengan janji Allah bahwa Ia tidak pernah memberikan beban yang kita tidak akan sanggup menanggungnya..

Keep spirit yaa! 

Monday, August 4, 2014

Hidup Haruslah Memiliki Makna

Selamat malam kawan, mumpung lagi dapat inspirasi untuk menulis saya bikin puisi nih. Nasihat dalam seuntai puisi.. Hee


Tak perlu sesali hidup
Berbuatlah apa yang terbaik untuk hari esok
Hidup di dunia tidaklah kekal
Semuanya hanya permainan belaka

Berpikirlah!
Apa yang harus kita bawa
Untuk menghadapi kehidupan selanjutnya

Adakah kita sudah berbuat baik
Sudahkan kita meminta maaf
Atau memaafkan orang lain

Renungkanlah wahai saudaraku
Hidup haruslah memiliki makna
Jangan engkau hidup tanpa arah dan tujuan

Wahai penaka jiwa
Penerus cita
Panggillah manusia dengan cinta
Gubahlah dunia dengan prestasi
Jadikanlah hidupmu penuh arti

Dan kalau toh harus mati
Senyumlah!

Dan basahkan bibirmu
Karena memuji Sang Kekasih

Subhanallah...
Walhamdulillah...
Laa ilaaha illallaah..
Allaahu Akbar..


Sunday, August 3, 2014

Jangan Malu Mengaku Muslim

Saya ingat pernah ngobrol dengan seorang kawan. Ia memberi tahu saya kalau ia belum bisa membaca Al-Qur`an. Jangankan membaca Al-Qur`an, mengeja huruf hijaiyah saja belum bisa sama sekali. Padahal ia sudah punya istri dan anak. Sebenarnya ia mau belajar membaca Al-Qur`an, tapi katanya malu dan minder karena merasa sudah terlalu tua untuk belajar Al-Qur`an.

Akhirnya saya tawari ia untuk belajar bersama saya dan ia pun setuju, tapi dengan syarat jangan sampai ada orang lain tahu kalau ia belajar membaca Al-Qur`an bersama saya. Ketika ditanya kenapa, lagi-lagi alasannya malu.

Mungkin di sekitar kita juga ada orang-orang yang mengalami kasus serupa. Misalnya saja ada yang malu untuk sedekah karena merasa nominalnya terlalu kecil. Ada juga yang malu untuk berangkat sholat berjamaah ke masjid karena takut diledek "tumben ke masjid, lagi insyaf ya", dan semisalnya.

Semestinya, tidak ada alasan bagi kita merasa malu atau gengsi untuk menunjukkan identitas keislaman kita. Bahkan, seharusnya kita merasa bangga dan pede. Sebab Allah SWT dan Rasul-Nya telah menjamin bahwa Islam itu luhur dan tidak akan ada satupun yang mampu menandingi keluhuran agama ini.

Dengan Islam, derajat kita jadi sama di harapan Tuhan. Tidak ada pilih kasih. Dengan Islam, harta, jiwa dan raga kita dilindungi. Dengan Islam, semua perbuatan-perbuatan baik kita sekecil dan sesederhana apapun dihargai oleh Allah. Dan dengan Islamlah kita jadi punya hak untuk masuk syurga.

Demikian mulianya Islam, sehingga seharusnya kita pede ketika hendak mengamalkan ajaran-ajaran Islam. Jangan sampai kalah pede dan bangga oleh mereka-mereka yang berani menjual harga diri dengan sangat murah di pinggir-pinggi jalan. Jangan sampai kita kalah semangat dengan mereka-mereka yang asyik setiap malam berjoged sambil meminum minuman haram.

Semoga Allah SWT selalu memuliakan kita dengan Islam.

Saturday, August 2, 2014

Implementasi Metode Case Based Reasoning untuk Pemecahan Masalah

Case Based Reasoning (penalaran berbasis kasus) merupakan metode pemecahan masalah yang memberikan prioritas kepada pengalaman masa lalu untuk memecahkan masalah saat ini. Solusi untuk masalah saat ini dapat ditemukan dengan menggunakan kembali atau mengadopsi solusi dari masalah yang telah berhasil diselesaikan di masa lalu (Ahmed et. al., 2008).

Ide dasar dari case based reasoning adalah untuk memecahkan masalah-masalah baru dengan mengidentifikasi dan menggunakan kembali kasus serupa sebelumnya berdasarkan prinsip heuristik pada masalah yang sama yang memiliki kemungkinan tinggi untuk memiliki solusi yang sama.

Case based reasoning juga merupakan suatu pendekatan ke arah incremental yaitu pembelajaran yang terus-menerus. Case based reasoning memecahkan masalah dengan didasarkan pada knowledge dari kasus-kasus sebelumnya, apabila ada kasus baru maka akan disimpan pada basis pengetahuan sehingga sistem akan melakukan learning dan knowledge yang dimiliki oleh sistem akan bertambah (Nurasmi, 2010).

Aamodt dan Plaza (1994) menggambarkan case based reasoning sebagai suatu proses melingkar yang terdiri dari the four res :
  1. Retrieve adalah menemukan kembali kasus yang sama atau yang paling mirip dengan kasus baru.
  2. Reuse adalah menggunakan kembali informasi dan pengetahuan dari basis kasus untuk memecahkan kasus baru.
  3. Revise adalah merevisi atau memperbaiki solusi yang diusulkan.
  4. Retain adalah menyimpan pengalaman untuk memecahkan masalah yang akan datang kedalam basis kasus.


Empat proses case-based reasoning dapat dilihat pada gambar berikut.
Siklus Case Based Reasoning
Siklus Case Based Reasoning (Aamodt dan Plasa, 1994)


Proses Retrieve

Proses Retrieve merupakan proses pengambilan kembali terhadap kasus-kasus sebelumnya yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah baru (Mulyana dan Hartati, 2009). Solusi diambil dari kemiripan antara kasus baru dan kasus sudah tersimpan dalam basis kasus.

Pencarian kemiripan antara kasus baru dengan kasus lama dilakukan dengan cara mencocokan gejala yang baru dengan gejala yang ada pada basis kasus. Tahap retrieval ini dimulai dengan menguraikan sebagian masalah, dan diakhiri jika ditemukannya kecocokan terhadap masalah sebelumnya yang tingkat kecocokannya paling tinggi. Bagian ini mengacu pada segi identifikasi, kecocokan awal, pencarian dan pemilihan serta eksekusi.

Proses Reuse

Proses Reuse dalam siklus case-based reasoning adalah tanggung jawab dalam memberikan solusi dari sebuah kasus baru berdasarkan penyelesaian-penyelesaian kasus yang diambil kembali (Mulyana dan Hartati, 2009). Penggunaan kembali pengetahuan dan informasi kasus lama berdasarkan bobot kemiripan yang paling relevan ke dalam kasus yang baru, sehingga menghasilkan usulan solusi bagi masalah baru tersebut.

Revise

Proses Revise adalah proses peninjauan kembali kasus dan solusi yang diberikan jika pada proses retrieve sistem tidak dapat memberikan hasil diagnosa yang tepat. Proses revise menjadi suatu yang sangat penting, ketika case-based reasoning digunakan untuk pekerjaan penyelesaian masalah yang selalu berkembang seperti desain, konfigurasi dan perencanaan (Mulyana dan Hartati, 2009). 

Revise dapat juga digunakan manakala umpan balik penyelesaian mengindikasikan diperlukanya perbaikan, hal ini merupakan bagian dari tahapan perbaikan pada siklus case-based reasoning.

Retain

Proses Retain adalah mengintegrasikan kasus baru yang telah berhasil mendapatkan solusi agar dapat digunakan oleh kasus-kasus selanjutnya yang mirip dengan kasus tersebut. Tetapi Jika solusi baru tersebut gagal, maka akan dilakukan  perbaikan solusi yang digunakan, dan mengujinya lagi (Mulyana dan Hartati, 2009).  

Setelah ditemukan solusi yang benar-benar tepat barulah pakar mulai menambah aturan dengan memasukkan data kasus baru yang sudah ditemukan solusinya tersebut ke dalam basis kasus yang nantinya dapat digunakan untuk kasus berikutnya yang memiliki permasalahan yang sama.



DAFTAR PUSTAKA
- Ahmed, Mobyen Uddin. Begum, Shahina. Funk, Peter. Xiong, Ning and Schéele, Bo Von.(2008). Case-based Reasoning for Diagnosis of Stress using Enhanced Cosine and Fuzzy Similarity. Sweden: Mälardalen University
- Nurasmi, Rima, 2010, “Implementasi Case Based Reasoning pada Sistem Pendukung Keputusan untuk Penanganan Dini pada Kecelakaan dengan Metode Herbal”, Skripsi S – 1, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta.

Friday, August 1, 2014

Kenali Gaya Berpikir Anda Sejak Dini

Gaya berpikir adalah kombinasi kelompok perilaku yang merupakan paduan antara persepsi otak (persepsi konkret dan persepsi abstrak) dan kemampuan pengaturan informasi (sekuensial dan acak). Orang yang masuk dalam dua kategori “sekuensial” cenderung memiliki dominasi otak kiri, sedangkan orang-orang yang berpikir secara “acak” biasanya termasuk dalam dominasi otak kanan (Bobbi DePorter dan Mike Hernacki, 2003). Tidak setiap orang harus masuk ke dalam salah satu klasifikasinya. Walaupun demikian, kita cenderung pada yang satu daripada yang lainnya. Beberapa orang bisa saja mempunyai keseimbangan diantara semua cara, namun kebanyakan jelas lebih menyukai satu cara dan melampaui tiga cara lainnya. 

Mengetahui dominasi cara berikir sejak dini membuat kita mampu memecahkan suatu masalah dengan memilih solusi paling efektif bagi keadaan semacam itu. Dengan kata lain, kita telah menyiapkan “karpet merah” menuju lebih banyak kesuksesan dengan mengetahui dominasi cara berpikir kita sejak dini.

Pada penelitian yang pernah dilakukan Anthoni Gregorc, dengan menggunakan metode quisioner yang dijawab oleh beberapa orang dan kemudian dikumpulkan kembali dan diolah untuk mendapatkan kesimpulan diketahui bahwa sesorang itu memiliki kecenderungan gaya berpikir sekuensial konkret (SK), sekuensial abstrak (SA), acak konkret (AK), dan acak abstrak (AA).

Pemikir Sekuensial Konkret (SK)

Seperti yang ditunjukkan istilah ini, pemikir sekuensial konkret berpegang pada kenyataan dan proses informasi dengan cara yang teratur, linear, dan sekuensial. Bagi para SK, realitas terdiri dari apa yang mereka ketahui melalui panca indra mereka. Mereka memerhatikan dan mengingat realitas, fakta-fakta, informasi, rumus-rumus, dan aturan-aturan khusus dengan mudah. 

Catatan atau makalah adalah cara baik bagi orang-orang ini untuk belajar. Pelajar SK harus mengatur tugas-tugas menjadi proses tahap demi tahap dan berusaha keras untuk mendapatkan kesempurnaan pada setiap tahap. Mereka menyukai pengarahan dan prosedur khusus. Karena kebanyakan dunia bisnis diatur dengan cara ini, mereka menjadi pebisnis yang sangat baik.

Berikut tips Belajar untuk Pelajar dengan Gaya Berpikir Sekuensial Abstrak, klik disini.

Pemikir Acak Konkret (AK)

Pemikir acak konkret mempunyai sikap eksperimental yang diiringi dengan perilaku yang kurang terstruktur. Seperti pemikir sekuensial konkret, mereka berdasarkan pada kenyataan, tapi ingin melakukan pendekatan coba-salah (trial and error). Karenanya, mereka sering melakukan lompatan intuitif yang diperlukan untuk pemikiran kreatif yang sebenarnya. Mereka mempunyai dorongan kuat untuk menemukan alternatif dan mengerjakan segala sesuatu dengan cara mereka sendiri. 

Waktu bukanlah prioritas bagi orang AK, dan mereka cenderung tidak memedulikannya, terutama jika sedang terlibat dalam situasi atau aktivitas yang menarik. Mereka lebih terorientasi pada proses daripada hasil; akibatnya, proyek-proyek seringkali tidak berjalan sesuai yang mereka rencanakan karena kemungkinan-kemungkinan yang muncul dan yang mengundang eksplorasi selama proses.

Berikut tips Belajar untuk Pelajar dengan Gaya Berpikir Sekuensial Abstrak, klik disini.

Pemikir Acak Abstrak (AA)

Dunia “nyata” untuk pelajar acak abstrak adalah dunia perasaan dan emosi. Mereka tertarik pada nuansa, dan sebagian lagi cenderung pada mistisme. Pikiran AA menyerap ide-ide, informasi, dan kesan dan mengaturnya dengan refleksi (kadang-kadang hal ini memakan waktu lama hingga orang lain tak menyangka bahwa orang AA mempunyai reaksi atau pendapat). Mereka mengingat dengan sangat baik jika informasi dipersonifikasikan. 

Perasaan juga dapat lebih meningkatkan atau memengaruhi belajar mereka. Mereka merasa dibatasi ketika berada di lingkungan yang sangat teratur sehingga anda tak akan menemukan banyak dari mereka bekerja di perusahaan asuransi, bank, atau sejenisnya. Mereka berkiprah di lingkungan yang tidak teratur yang berkaitan dengan orang-orang.

Pemikir AA mengalami peristiwa secara holistik; mereka perlu melihat gambaran sekaligus, bukan bertahap. Dengan alasan inilah, mereka akan terbantu jika mengetahui bagaimana segala sesuatu terhubung dengan keseluruhannya sebelum masuk ke dalam detail.

Walaupun orang-orang AA cukup banyak jumlahnya, namun dunia tidak berjalan dengan gaya AA. Orang-orang dengan cara berpikir AA bekerja dengan baik dalam situasi-situasi yang menuntut kreatifitas dan harus bekerja lebih giat dalam situasi yang lebih teratur.

Berikut tips Belajar untuk Pelajar dengan Gaya Berpikir Sekuensial Abstrak, klik disini.

Pemikir Sekuensial Abstrak (SA)

Realitas bagi para pemikir sekuensial abstrak adalah dunia teori metafisis dan pemikiran abstrak. Mereka suka berpikir dalam konsep dan menganalisis informasi. Mereka sangat menghargai orang-orang dan peristiwa-peristiwa yang teratur rapi. Adalah mudah bagi mereka untuk meneropong hal-hal penting, seperti titik-titik kunci dan detail-detail penting. Proses berpikir mereka logis, rasional, dan intelektual.

Aktivitas favorit pemikir sekuensial abstrak adalah membaca, dan jika suatu proyek perlu diteliti, mereka akan melakukannya dengan mendalam. Mereka ingin mengetahui sebab-sebab di balik akibat dan memahami teori serta konsep. Seperti yang dapat anda bayangkan, orang-orang ini adalah filosof-filosof besar dan ilmuwan-ilmuwan peneliti. Biasanya, mereka lebih suka bekerja sendiri daripada berkelompok.

Berikut tips Belajar untuk Pelajar dengan Gaya Berpikir Sekuensial Abstrak, klik disini.



DAFTAR PUSTAKA
- Bobbi DePorter dan Mike Hernacki, 2003. Quantum Learning. Kaifa: Bandung